Film Indonesia Meriahkan Festival FIlm Sundance


TEMPO.CO, Jakarta-Film terbaru karya sutradara Mouly Surya What They Don't Talk About When They Talk Abot Love mendapat sambutan hangat dari sekitar 300 penonton yang memenuhi Prospecthore Square Theater, Park City, Utah, Amerika Serikat, Sabtu, 19 Januari 2013, waktu setempat. Para penonton juga sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab setelah pemutaran perdana film itu.



»Setelah menempuh perjalanan selama 35 jam dan berada di cuaca minus 10 derajat, saya sangat senang melihat reaksi positif penonton pada sesi tanya jawab," kata Mouly. Para pemeran film ini, yakni Nicholas Saputra, Ayushita Nugraha, Karina Salim, dan Lupita Jennifer juga ikut meramaikan acara karpet merah. 



Festival Film Sundance diselenggarakan setiap akhir Januari sejak 1978, di Salk Lake City, Utah, Amerika Serikat. Tahun ini diprediksikan ada sekitar 50 ribu pencinta film dari seluruh dunia yang mengikuti festival ini. Salah satu film yang paling dinanti pemutaran perdananya adalah Before midnight karya Robert Linklater. Film ini merupakan sekuel penutup dari Before Sunset dan Before Sunrise. Film Biopic Steve Jobs yang dibintangi Aston Kuthcer, serta film Kill Your Darling yang dibintangi Daniel Redcliffe juga menjadi pusat perhatian para peserta festival.



What They Dont Talk menjadi satu-satunya film karya sineas Indonesia yang diputar dalam sesi kompetisi kategori The World Dramatic Competition pada Festival Film Sundance 2013. Film ini sekaligus menjadi film Indonesia pertama yang berhasil mengikuti kompetisi yang memberikan kesempatan pada para sineas untuk menyuguhkan persfektif dan gaya yang segar dan baru itu.



"Tahun ini kami mendapat tamu istimewa, karena untuk pertama kalinya film asal Indonesia masuk dalam kompetisi ini," kata ketua programer Festival Film Sundance Kim Yutani, dalam sambutannya, seperti tertuang dalam siaran pers yang diterima Tempo. Film garapan sutradara yang pernah meraih piala Citra lewat film Fiksi (2008) itu berkompetisi dengan 11 film lain dari  berbagai negara, seperti Jerman,  Korea Selatan, Inggris, dan Italia.



What They Don't Talk bercerita tentang kompleksitas hubungan cinta antara perempuan tuna netra bernama Fitri (Ayushita) dengan Edo (Nicholas Saputra) yang tidak bisa bicara. Andai saja Fitri dapat melihat Edo dan Edo dapat bicara, mungkin mereka sudah jatuh cinta sejak lama. Film ini juga bercerita tentang Diana (Karina Salim) yang hanya mampu melihat dalam jarak dua meter. Yang didambakan Diana hanyalah momen pertama ia mendapat menstruasi. Ketika Diana bertemu Andhika, anak baru di Sekolah Luar Biasa tempat Diana belajar, hidup gadis itu perlahan berubah.



Diproduksi oleh Cinesurya Pictures dan Amalina Pictures, What They Don't Talk mendapatkan dukungan dari sejumlah pendanaan internasional, yaitu Goteborg International Film Festival Fund dari Swedia, Asian Project Market dari Korea Selatan, dan Hubert Bals Fund dari Belanda. Untuk pemasaran di wilayah Amerika Serikat dan Kanada akan ditangani oleh BGP Films, sedangkan wilayah lainnya ditangani oleh M-appeal dari Jerman. Setelah Festival Film Sundance, rencananya film ini juga akan meramaikan  Festival Film Rotterdam dan Festival Film Gothenburg.



NUNUY NURHAYATI



You're reading an article about
Film Indonesia Meriahkan Festival FIlm Sundance
This article
Film Indonesia Meriahkan Festival FIlm Sundance
can be opened in url
http://newsunclearly.blogspot.com/2013/01/film-indonesia-meriahkan-festival-film.html
Film Indonesia Meriahkan Festival FIlm Sundance

0 comments:

Post a Comment